Dada Rosada : Kalah di poling bikinan sendiri

2 07 2008

KabarIndonesia – Bandung, Dada Rosada? No way!!  inilah yang terjadi di masyarakat Kota Bandung, Dada Rosada disebut sebagai pemimpin yang merusak Kota Bandung oleh sebagian besar mahasiswa dan dikatakan tidak tahu malu mencalonkan diri menjadi Calon Walikota Bandung lagi.

Apa yang dirasakan sebagian besar masyarakat kota Bandung semenjak Dada jadi Walikota Bandung adalah: Mall bertebaran, macet, polusi, pohon dipotongin, jalanan rusak, RT-RW dihajar dan lain-lain. Intinya kota Bandung semakin semrawut!! Contoh paling menyebalkan adalah ketika dia memberikan izin pembangunan di Punclut yang jelas-jelas daerah konservasi yang melindungi air untuk kota Bandung. Dan yang paling menggelikan dari Dada Rosada adalah sudah melakukan kampanye tersembunyi dengan memasang wajahnya hampir di semua program anti narkoba-lah, program lingkungan hidup, dan lain-lain yang terpampang di baligo atau spanduk di kota Bandung.

Mahasiswa juga menyesalkan tentang kebijakan Dada Rosada yang membangun SPBU di jalan Dago, hal ini membuat kemacetan di jalan Dago semakin parah.

Dalam Detik Bandung tentang websitenya Dada Rosada dimana di dalamnya ada pooling yang menanyakan: Menurut anda, apakah Kang Dada masih layak menjadi Walikota Bandung? Detik Bandung berhasil screen shot hasil pooling dan hasilnya adalah 55,3 % Masyarakat Kota Bandung tidak setuju Dada Menjadi Walikota lagi, dan hanya 43,2 % yang setuju, sisanya tidak tahu.

Advertisements

Actions

Information

6 responses

5 07 2008
alif

kang yg pasti, wakilnya dada, ayi adalah pemimpin aksi pembubaran MUI berkaitan dengan masalah INUL beberapa taun kebelakang, masyarakat harus tau itu, bandung agamis tak kan terwujud, klo pendukung maksiat ada di pemerintahan…. hati hati

10 07 2008
mojang geulis

dada rosada, no way? ya.. iyalah, masa ya iya donk!!

11 07 2008
aa dani badra kasep pisan selalu

setuju !
ya …iyalah, masa ya iya kana’ budu wa iyya ka nasta’iinnn.
haram itu. bid’ah

22 07 2008
ahmadrun

wah kok nafsu sekali sih. Maaf saya tidak membela pak dada tapi saya terdorong untuk menganjurkan anda untuk melihat dengan hati, agar nafsu anda tidak menutupi mata hati anda, fitnah berteman dengan anda dan keburukan akan menyebar karena anda. (bayangkan dosanya akan berlimpat sebanyak orang yang terpengaruh dengan fitnah anda).

Coba kita melihat dari sudut pandang netral.
Semua yang diungkapkan di atas adalah permasalahan umum kota besar, siapa pun pemimpinnya akan terlihat sama hasilnya.

Jalan rusak … betul karena jalan bisa rusak. Tapi coba kita lihat sebabnya … karena beban berlebih, arus air dll … selain peran pemerintah masyarakat berperan penting. Yang penting ada upaya upaya untuk memperbaiki walaupun kita tahu anggarannya pasti terbatas (suatu alasan yang umum dikemukakan oleh pemerintah)

Yang terpapang di jalan jalan kota bandung …. perasaan sama banyaknya tuh setiap kandidat. Tidak tahu kalo anda pake kaca mata yang pake filter untuk kandidat tertentu. (di mana belinya. saya mau yang bisa memfilter semuanya jadi bandung kelihatan bersih).

Pohon di potongin karena memang sudah layak untuk dipotong, nanti kalau ada yang tertimpa pohon tua atau keropos bagaimana. Kalau kebijakannya adalah menebang pohon mungkin selama lima tahun jalan dago sudah gersang, jalan cipaganti gersang juga. Tidak ada yang namanya taman kota tegalega.

Macet sih bukan hanya dibandung atuh….. di kota kota lain juga mengalami permasalahan yang sama dan belum ada kota yang berhasil mengatasinya 100% termasuk Jepang (tokyo dll) yang mungki kita setuju mereka jauh lebih maju dari kita.

Punclut ……. coba anda jalan jalan ke punclut. Nanti cerita ya … hasilnya.

Pooling ….. wah kalau anda menyebut dirinya mahasiswa, mungkin belajar statistik ya…. jadi tahu cara menyimpulkan dan menghitung tingkat kepercayaannya.

Saya sedikit yakin anda geram dengan tulisan ini, syukur kalau tidak deh …. Bukan untuk pak dada, bukan untu pak Taufik dan bukan untuk pak Hudaya. tapi untu kita, mudah mudahan kita bisa lebih bijak dan dewasa dalam berpikir, berkomentar dan berpendapat, sehingga semua itu bisa menjadi amalan yang baik bagi kita. amien.

24 07 2008
ade

saya mah milih yang baru aja, kalau pak dada mah menurut saya mah lebih baik berkiprah jadi tokoh bandung aja, terus kalau saya mah inginnya teh yang muda, jujur, soleh, yang punya wawaasaan kedepannya yang bagus, cinta lingkungan, hati-hati terhadap pembangunan gedung2, hati-hati terhadpa resapan air, hati-hati terhadap kualitas masyarakatnya.kenapa saya tidak mau pak dada karena saya bosan dari jaman orba gitu-gitu aja yang kepilih teh atuh sekali-kali yang baru biaar ngeliatnya juag enaken tidak bosan kayak gubernur sekaranga kan baru yah, kan ke saya nya juga enak ngeliatnya. Terus kalau baru, muda dll kan diharapkan kalau jadi walikota bisa memberikan kejuatan-kejutan yang tidak terpikirkan oleh yang lainnya(kejutan yang baik donk) bisa bikin tambah baik dari sebelumnya yang udah baik juga. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pak dada atas usaha beliau yang pasti tidak gampang membawa bandung dengan berbagai ragam pola pikir masyaratnya, berbagai kesukaan masyarakatnya, berbagai tingkah polah anak muda dan anak kolot. Semoga pak dada bisa kita jadikan sebagai tokoh kota bandung dan selamat datang walikota yang baru. i love bandung….

28 07 2008
BRAGAZOEL

AING MAH BOSEN, KABEH GE NGAN NGOCOBLAK WUNGKUL TAPI TEU BISA KUDU KUMAHA. AING NU LAHIR JEUNG GEDE DI BANDUNG BOSEN KU POLAH SIA SOK ISLAMI TAPI MUNAPEK !!! GEUS TEU BETAH DIBANDUNG MAH NYINGKAH WE ATUH TONG NGAHEURINAN KALAKA WE NYIEUN FORUM TAPI EUWEUH KABEGUG.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s




%d bloggers like this: