Pilwalkot Bandung 2008: Referendum Prestasi Incumbent

24 06 2008

* Dukung incumbent = Pro-PLTSa

* Pilih incumbent = Pro-Megatron, Hotel Planet, dll.

PEMILIHAN Walikota (Pilwalkot) Bandung 2008 –sebagaimana pilkada di kota lain— merupakan referendum warga kota Bandung tentang prestasi dan keberhasilan incumbent yang kembali menjadi calon walikota. Ketika incumbent kalah, artinya mayoritas warga menilai sang incumbent gagal dalam menjalankan roda pemerintahan kota selama ini. Sebaliknya, jika incumbent terpilih kembali, artinya sebagian besar warga kota atau pemilih mengakui keberhasildan dan prestasi incumbent, karena itu harus diteruskan.

Pilwalkot Bandung 2008 merupakan referendum warga kota tentang prestasi incumbent Dada Rosada selama memimpin kota Bandung. Warga kota yang menilai Dada gagal, atau banyak masalah ketika menjadi walikota selama ini, pasti tidak akan memilihnya. Sebaliknya, jika warga kota menilai Dada berhasi dan berprestasi, tentu ia akan memilihnya. Tapi kemungkinan yang terakhir ini mustahil terjadi, jika saja warga kota Bandung memilih dengan hati nurani, jujur, rasional, dan bebas “money politic”. Bisa dipastikan, yang memilih incumbent adalah mereka yang selama ini turut menikmati “kue kekuasaan dan kekayaan” incumbent, misalnya diberi bantuan, diangkat menjabat jabatan tertentu, dan sebagainya.

Bermunculannya calon independen atau calon walikota perseorangan –yang mendaftar konon mencapai 30 nama— dan munculnya calon lain selain Dada dari kalangan partai politik, jelas merupakan sinyal dan indikator kuat bahwa Dada Rosada harus diganti, terlepas dari berhasil atau gagalnya sang incumbent menjadi walikota selama ini. Namun, mengingat banyaknya masalah selama kepemimpinan Dada, bisa dipastikan, banyaknya “penantang” Dada dalam Pilwalkot Bandung kali ini, menunjukkan sang incumbent memiliki “rapot merah” alias banyak masalah. Maka, jika warga Bandung rasional dan jernih dalam menentukan sikap dan pilihan, sang incumbent tidak akan dipilih. Apalagi warga Bandung –dan warga lain di Jawa Barat– kini memiliki Gubernur baru yang muda dan fresh, berusia 42 tahun, masak walikota Bandung seorang “politisi gaek” yang sudah berusia pensiun –lebih dari 63 tahun (semoga tidak pikun).

Referendum PLTSa

Pilwalkot Bandung 2008 juga merupakan referendum soal Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan dekat permukiman di daerah Bandung Timur (Gedebage). Mengingat hampir 100% warga sekitar bakal lokasi PLTSa menentang PLTSa, bisa dipastikan, jika ada warga sekitar bakal lokasi PLTSa –misalnya perumahan Griya Cempaka Arum (GCA)—memilih Dada, ia menjadi “pengkhianat warga”.

Warga Bandung yang memilih Dada juga berarti pro-PLTSa, mengingat Dada Rosada selama ini ngotot ingin membangun PLTSa, meskipun semua pakar lingkungan independen (termasuk alm. Prof. Otto Soemarwoto) menentangnya. Hanya pakar lingkungan yang turut terlibat dalam proyek PLTSa yang pro, seperti para pengkaji dari ITB yang “kebagian proyek”.

Saat cawalkot lain, seperti Dr. Taufikurrahman (PKS) menentang PLTSa, karena sebagai pakar biologi dari ITB ia paham betul bahaya gas beracun (dioksin) PLTSa bagi lingkungan alam dan nyawa manusia, serta mahlnya biaya operasional PLTSa, Dada Rosada justru tetap keukeuh ingin membangun PLTSa. Ini artinya, memilih Dada = pro-PLTSa, dan Dada menang = PLTSa berdiri! Pasalnya, jika Dada menang, ia akan semakin percaya diri dan mengklaim bahwa mayoritas warga Bandung setuju dengan rencananya membangun PLTSa.

Megatron & Hotel Planet

Jika warga Bandung memilih Dada, selain mendukung PLTSa –yang berarti mendukung penyebaran gas beracun di kota Bandung— juga “merestui” kegagalan Dada dalam mengatasi masalah Hotel Planet (kini Hotel Vue Palace); juga menyetujui pelanggaran Dada dalam kasus pembangunan Megatron di Jln. Ir. H. Djuanda dan Jln. Asia Afrika. Megatron tersebut jelas-jelas melanggar peraturan daerah yang ditekennya sendiri. Konon, kalangan dinas tidak berkutik soal Megatron, karena “putra mahkota” merupakan pelaksana proyek tersebut.

Warga pendukung Dada juga bisa dinilai sebagai warga yang merestui kegagalan Dada dalam menegakkan Perda K3, mengatasi kesemrawutan kota/kemacetan, mengatasi lokalisasi Saritem yang hanya “tutup secara formalitas” (kenyataannya masih jalan tuh prostitusi), dan sebagainya.

Kini pilihan ada di tangan warga Bandung, mau memilih kembali pemimpin yang banyak masalah? Dengan harapan ke depan akan ada perbaikan dan berprestasi baik? Atau bergabung dengan “pasukan” ABD (Asal Bukan Dada)? Kita percaya, warga Bandung sudah dewasa dalam berpolitik dan bisa jernih-rasional dalam memilih pemimpin. Awas, money politic alias suap! (jundula_bdg@yahoo.com).*

Advertisements

Actions

Information

7 responses

7 07 2008
hermawan

Dada Rosada Is The Best

12 07 2008
gue git loh

dada, ampun deh. Kga’ becus juga
yang milih dada berarti koruptor, perusak lingkungan, jorok karena ga cinta lingkungan. Dada mengancam keselamatan kota Bandung

ASal Bukan Dada Is the Best

14 07 2008
srikandiindonesia

rekan2 Bandung
Save bandung right now!
Click http://www.gemesbandung.wordpress.com

Gemes (Gema Sabilulungan) adalah aliansi ekstraparlementer yang terdiri dari
Mahasiswa, PKL, Seniman, Pedagang Tradisional, dll. kami peduli dengan kondisi kota bandung dan mengaharapkan kota Bandung menjadi Kota yang layak huni. Kami telah mengalami ketertindasan akibat pemimpin yang salah urus. Tapi kami percaya, kota Bandung akan berubah menjadi lebih baik.

Bandung : mencari pemimpin penyelamat rakyat !!

21 07 2008
dany

fuck dada

4 08 2008
olin

kalo kata saya kang dada itu orang tua, artinya dia sudah tahu mana yang akan menjadikan masyarakat hidup tanpa ancaman serta angan-angan tentang kota bandung. jadi kalo kata sayamah untuk plsa juga bukan tanpa alasan kang dada membangun itu, tapi kang dada menginginkan adanya satu kemajuan dalam pengelolaan sampah. kebayang ga kalo 3 r berlaku,” sabaraha pemulung nu bakal pindah profesi jadi pengangguran, ges mah negara urg or kota urang loba nu nganggur beki we. tolong ditelaah lagi pltsa. ( kalo menurut sayamah jalmi bebas sareung bodo) tong waka ditentang rojong we heula. masalah nantinya ada akibat yang negatif,semuanya sudah diatur oleh pencipta kita. ingat cek org arab,” jarrib wala hin takun ‘arifan.” cobalah baru kita akan tahu. ieu mah can puguh di coba ges teu satuju kumaha. nuhun n ingat tgl 10 agustus, calon aya tili .” 1 k.dada-k.ayi. 2,k.A-k.B. 3. K.c-kD

4 08 2008
munding rimba 523

kang dada tong keueung….

walaupun urg bandung teu acan saradar, tapi kang dada sing sabarlah, da kami mah percaya yen anjen gaduh niatan nu matak ngamakmurkeun masyarakat bandung, soalna tos katinggal dina kanyataan, yen gawe anjen teh gening mangrupikeun buktos nu karaos jeung sanes waos nu pagodos. pokoknamah tong keueung kang dada da nu leresmah masing dipereus jadi keremes ge bakal tetep ngeremes tur moal ngangleus.

pokokna maju kang kami insya Alloh ngabantos sanaos teu sacara nu sanes.

dada-dada-

jika kau lihat ada yang tersenyum
itulah dadaku
jika tersisa hanya dua
itulah dadaku
jika hanya satu
itulah dadaku

salam
munding rimba 523 ( ngagalaksak jagat ku otak)

4 08 2008
sawung

@ olin
pltsa mah teknologi terbelakang di eropa.
pltsa justru menggusur pemulung, da sampahna kudu dibakar.
lamun make pemulung sampahna teu layak bakar.
3R mah malah make pemulung.
tong poho pltsa teh dibangun ku cina. pegwaina ge dibawa ku cina.
baca ateuh mou na.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: