Biarkan Dada Rosada Sendirian!

24 06 2008

Situs Bandung News, 20 Mei 2008

USAI siaran pagi di Radio Shinta 97.2 FM Bandung, Selasa (20/5), saya langsung meluncur ke rumah seorang tokoh Kota Bandung. Sebut saja namanya AS, soalnya beliau minta namanya dirahasiakan. Sebelumnya, AS ternyata salah satu pendengar yang on air, menggunakan nama samaran. Ia berkomentar tentang rencana kunjungan Walikota Bandung Dada Rosada ke sebuah permukiman. Komentarnya cukup pedas.

“Bilang ke walikota supaya berkunjung tiap hari, biar jalan-jalan di Kota Bandung diperbaiki,” katanya. “Rakyat selama ini hanya memakai bekas pejabat, muntahannya. Jalan bagus karena bekas pejabar lewat, teu baleg pisan…,” ujarnya pedas.

Saat siaran itu memang saya informasikan bahwa ada suatu kawasan di Kota Bandung yang jalannya sedang diperbaiki. Ternyata, walikota mau melewati jalan tersebut.

“Pejabat kita memang dimanja, dibuat enak terus, tidak merasakan jalan berlubang dan sebagainya… Pantas saja mereka kadang tidak merasakan penderitaan rakyat,” kata saya saat siaran, sekadar “memancing” pendengar masuk berkomentar via telepon interaktif.

Di rumah AS, saya ngobrol sekitar setengah jam. Fokus obrolan soal Pilwalkot. Menurut AS, fenomena Pilgub Jabar lalu kemungkinan terulang pada Pilwalkot. Saat Pilgub, incumbent Dani Setiawan dan Golkar sangat percara diri (PD) akan menang, ternyata kalah oleh “new comer” Hade (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf).

Fenomena Pilwalkot Bandung pun demikian. “Dada sangat percaya diri,” kata AS. “Publikasikan aja Kang Romel,” kata AS, “Di antara bakal calon walikota, Dada Rosada yang paling PD bakal menang…”

Menurut AS, beberapa “orang dekat” Dada yang kini menjauh karena melihatnya terlalu PD. Kini Dada bingung mencari figur calon wakilnya.

Tapi, menurut AS, sebenarnya Dada tidak membutuhkan wakil. Buktinya, ketika wakil walikota Bandung meninggal dunia dulu, ia tidak meminta penggantinya. Jadilah ia “penguasa tunggal” di Kota Bandung. “Makanya, sebaiknya jangan ada yang mau jadi wakil walikota karena Dada sebenarnya tidak butuh wakil…!” kata AS. “Bila perlu biarkan saja dia sendirian, jangan ada yang mau jadi wakilnya, parpol selain Golkar juga sebaiknya jalan sendiri aja,” saran AS bersemangat. Ia menyerukan PPP, PKS, Demokrat, PDIP jalan sendiri, atau berkoalisi menghadapi Golkar. “Keun we Golkar sina sorangan…” katanya. Biarkan saja Golkar berjalan sendiri.

Sebuah gagasan bagus, menurut saya. Jika parpol dan tokoh Bandung kompak membiarkan incumbent jalan sendirian, yakin, dia tidak akan terpilih lagi. Ini jika warga Bandung ingin punya pemimpin baru yang lebih muda, fresh, dan kredibel. Masak gubernurnya aja usianya 40 tahunan.. tapi… ah sudahlah, terserah warga Bandung. Kalau memang incumbent berprestasi, pilihlah dia.

“Tapi ingat, jangan lupa, kasus PLTSa, Hotel Planet, Megatron, Perda K3, Saritem, de el el… dapat diatasinya?” kata AS.

Advertisements

Actions

Information

9 responses

14 07 2008
srikandiindonesia

rekan2 Bandung
Save bandung right now!
Click http://www.gemesbandung.wordpress.com

Gemes (Gema Sabilulungan) adalah aliansi ekstraparlementer yang terdiri dari
Mahasiswa, PKL, Seniman, Pedagang Tradisional, dll. kami peduli dengan kondisi kota bandung dan mengaharapkan kota Bandung menjadi Kota yang layak huni. Kami telah mengalami ketertindasan akibat pemimpin yang salah urus. Tapi kami percaya, kota Bandung akan berubah menjadi lebih baik.

Bandung : mencari pemimpin penyelamat rakyat !!

21 07 2008
Asli CICADAS

Emang ngurus Bandung itu mudah !
Lu bisanya ngritik tapi tak bisa menyelesaikan, kalo tak suka tinggal di bandung Nyingkah we atuh, aing nu lahir di bandung, bosen ku polah sia, jiga nu enya ngabela masyarakat, tapi bisana ngan ngomong wungkul, dasar munapek !!!

23 07 2008
weda

http://www.pbb-bandung.org/?p=47
jika saya baca artikel diatas dan artikel dari pbb, saya melihat sesuatu yang bertolak belakang…
mungkin mereka mengalami secara langsung walau hanya dalam 1 kasus saja….
tapi saya sebagai masyarakat yang hanya berperan sebagai penonton, tidak ikut serta berperan aktif sebagai pemain dalam menyelesaikan segala permasalahan kota bandung (karena tidak mengerti dan tidak bisa) sudah cukup bersyukur dengan kondisi bandung yang sedikit demi sedikit berusaha untuk membenahi diri dan menyelesaikan semua permasalahan kotanya satu per satu…..

23 07 2008
taufiq ramdhan

sim abdi bade naros ka walikota. pami pasar tradisional bade dikamanakeun?

24 07 2008
ade

KITA HARGAI USAHA PAK DADA DALAM MEMIMPIN BANDUNG KEMARIN JANGANLAH KITA MENISTAKANNYA, KEDEPANKAN RASA OBJEKTIF. SEPERTI SAYA YANG MENGINGINKAN PEMIMPIN YANG BARU, YANG MUDA, YANG SOLEH , YANG PUNYA DAYA HAYAL YANG TINGGI, YANG CINTA LINGKUNGAN HIDUP, YANG BISA JADI TELADAN, YANG DICINTAI MASYARAKATNYA. MARILAH KITA JADIKAN PAK DADA SEBAGAI SALAH SATU SESEPUH KOTA BANDUNG YANG NASIHAT-NASIHATNYA PASTI BERGUNA BAGI PEMIMPIN YANG BARU NANTI. KITA BERHARAP DENGAN PEMIMPIN YANG BARU BISA MELEJITKAN KOTA BANDUNG MELEJIT LEBIH BESAR DARI SEBELUMNYA YANG UDEH BAIK BO, MARILAH KITA TUNGGU PEMIMPIN YANG BARU YANG BISA MENJADIKAN BANDUNG JADI KOTA TELADAN YANG TELAH DIRINTIS OLEH PAK DADA YANG KITA CINTAI. TERIMAKASIH PAK DADA DAN KITA SAMBUT PEMIMPIN MUDA YANG KITA HARAPKAN. TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN SEMUA ELEMEN MASYARAKAT YANG BERSEDIA MENJADIKAN PERSIB DAN BOBOTOH TIDAK ANARKIS, TIDAK RASIS, DAN PERSIB BISA JADI JUARA CAMPION ASIA PASIFIK. AMIIIIN

28 07 2008
BRAGAZOEL

BANDUNG MAH LAMUN DIPIMPIN KU WALIKOTA USTADZ PERSIB MOAL MAJU ATAWA BISA JADI DIBUBARKEUN LANTARAN ALESANANA PASTI MUBAZIR, MEAKEUN DUIT. AING BOBOTOH PERSIB PASTI NGADUKUNG KANG DADA MOAL MILIH CALON SIA, MUNAPEK !!!

4 08 2008
sawung

persib ga akan maju sperti MU, Real atau milan kalau masih mengandalkan subsidi apbd. cik atuh propesional. urang mah liar beukin nongton liga itali, inggris jeung spanyol tapi teu beuki persib siga kleb-kleb di ditu.

7 08 2008
iwan EE

assalamu’alaikum sawung teu make galing nya? jadi ngacapruk memang maneh bisa bahasa italy or spanyol? balaga masih dahar jengkol geus teu reuseup persib. walaupun aing lain bobotoh panatik tapi aing teu reusep ka maneh maneh pasti murid ustadz nu “gaul gitu loh”, (logat ruben) maneh sadar teu menang bawaku teh duit apbd nyaho teu artina? emutan we lah. inget hidup disentri jeng tgl 10 teu hayang nyaho bandung urg- urg bandung lain padang pariaman (lae cie) ato ncek-ncek ( kungkung hu) tapi sunda “kamana wae atuh” logat k’Ibing kumaha we bebas

8 08 2008
sawung

urang mah make link jeung nama asli.
kumaya yeuh, teu wani?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: